Join MultiplyOpen a Free ShopSign InHelp
MultiplyLogo
SEARCH

ReviewReviewReviewReviewReviewSep 13, '06 7:58 AM
for everyone
Category:Other
Kapan kita tur bareng-bareng ya...


Photo AlbumTour BandungSep 13, '06 7:19 AM
for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd

Blog EntrySep 12, '06 9:49 PM
for everyone

naudzubillahi min dzalik...
 
"Pesankan saya, tempat di neraka.!!"
--------------------
Sebuah kisah dimusim panas yang menyengat. Seorang kolumnis majalah Al Manar  mengisahkannya...Musim panas merupakan ujian yang cukup berat. Terutama bagi  muslimah, untuk tetap mempertahankan pakaian kesopanannnya. Gerah dan panas
tak lantas menjadikannya menggadaikan akhlak.
Berbeda dengan musim dingin, dengan menutup telinga dan
leher kehangatan badan bisa dijaga. Jilbab bisa sebagai multi fungsi.

Dalam sebuah perjalanan yang cukup panjang, Cairo-Alexandria; di sebuah
mikrobus. Ada seorang perempuan muda berpakaian kurang layak untuk
dideskripsikan sebagai penutup aurat. Karena
menantang kesopanan. Ia duduk diujung kursi dekat pintu keluar. Tentu saja
dengan cara pakaian seperti itu mengundang 'perhatian' kalau bisa
dibahasakan sebagai keprihatinan sosial.Seorang bapak setengah baya yang kebetulan duduk disampingnya mengingatkan. Bahwa pakaian
seperti itu bisa mengakibatkan sesuatu yang tak baik bagi dirinya. Disamping
pakaian seperti itu juga melanggar aturan agama dan norma kesopanan.

Tahukah Anda apa respon perempuan muda tersebut? Dengan ketersinggungan yang  sangat ia mengekspresikan kemarahannya. Karena merasa privasinya terusik.
Hak berpakaian menurutnya adalah hak prerogatif seseorang.

"Jika memang bapak mau, ini ponsel saya. Tolong pesankan saya, tempat di
neraka Tuhan Anda!! Sebuah respon yang sangat frontal. Dan sang bapak pun
hanya beristighfar. Ia terus menggumamkan kalimat-kalimat Allah.

Detik-detik berikutnya suasanapun hening. Beberapa orang terlihat kelelahan
dan terlelap dalam mimpinya. Tak terkecuali perempuan muda itu. Hingga
sampailah perjalanan dipenghujung tujuan.
Di terminal akhir mikrobus Alexandria. Kini semua penumpang bersiap-siap
untuk turun. Tapi mereka terhalangi oleh perempuan muda tersebut yang masih
terlihat tertidur. Ia berada didekat pintu keluar.
"Bangunkan saja!" begitu kira-kira permintaan para penumpang.

Tahukah apa yang terjadi. Perempuan muda tersebut benar-benar tak bangun
lagi. Ia menemui ajalnya. Dan seisi mikrobus tersebut terus beristighfar,
menggumamkan kalimat Allah sebagaimana
yang dilakukan bapak tua yang duduk disampingnya.

Sebuah akhir yang menakutkan. Mati dalam keadaan menantang Tuhan.
Seandainya tiap orang mengetahui akhir hidupnya....
Seandainya tiap orang menyadari hidupnya bisa berakhir setiap saat...
Seandainya tiap orang takut bertemu dengan Tuhannya dalam keadaan yang
buruk...

Seandainya tiap orang tahu bagaimana kemurkaan Allah...
Sungguh Allah masih menyayangi kita yang masih terus dibimbing-Nya.
Allah akan semakin mendekatkan orang-orang yang dekat denganNYA semakin
dekat.

Dan mereka yang terlena seharusnya segera sadar...
mumpung kesempatan itu masih ada.

# artikel bagus:riba' dalam perspektif agama dan sejarah oleh M. Syafii Antonio, MSc ; ada di hikmah ~|

Al-Hubb FiLlah wa LiLlah



Photo AlbumAlbumsSep 12, '06 9:37 PM
for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd

NoteGuestbook
   
mulyadirio wrote on Mar 26, '08
ehm.. ehm...
Guest book pertama...

dscn0955
© 2012 Multiply · English · About · Blog · Terms · Privacy · Corporate · Advertise · API · Help · Sitemap

Template design Copyright © 2005 Remi Prevost Some rights reserved.